Lombok Timur (FaktaOne) - Adanya dugaan pungutan liar (Pungli) di Satlantas Lombok Timur, menjadi catatan buruk yang kesekian kalinya bagi Kapolres, AKBP I Komang Sarjana, sejak menjabat di Gumi Patuh Karya.
Catatan Faktaone, sejumlah pelanggaran anggotanya sudah sering kali terjadi. Tak hanya di Satlantas, dugaan praktek-praktek kotor itu juga bahkan diduga sering kali terjadi sampai dengan Polsek.
Di sisi lain, penanganan terhadap laporan-laporan itu tidak pernah diketahui perkembangannya.
Menanggapi hal tersebut, Pamen melati dua itu justru memberikan tanggapan singkat. "Nanti saya cek," ucap mantan Kapolres Lombok Barat itu.
Seperti diketahui, pada saat ini institusi yang di pimpin Jendral Listyo Sigit Prabowo itu tengah menjadi sorotan banyak pihak. Mulai dari masyarakat, DPR, hingga mantan Wakapolri.
Mantan Wakapolri Kritisi Kinerja Polri
Pada lain hal, mantan Wakapolri 2011-2013, Komisaris Jenderal (Purn) Nanan Soekarna, mengkritik struktur jabatan di tubuh Polri yang dinilai terlalu besar sehingga menjadi tidak efisien.
Nanan mengatakan saat para anggota kepolisian menjalani pendidikan, mereka selalu ditanamkan bahwa Polri harus miskin struktur dan kaya fungsi. Namun, nyatanya saat ini hal tersebut justru kontradiktif.
“Dulu pelajaran di Sespim, di PTIK, di mana-mana, miskin struktur, kaya fungsi. Terbenam di benak gitu. Sekarang, terbalik mungkin. Miskin fungsi, kaya struktur. Strukturnya besar, jadi enggak efisien,” kata Nanan pada acara Sarasehan dan Dialog Kebangsaan 74 Tahun Humas Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) PTIK, mengutip Tirto.
Menurut Nanan, seharusnya institusi Polri memiliki struktur jabatan yang tidak terlalu besar, tetapi memiliki fungsi yang besar dan berdampak bagi masyarakat.

Social Footer