Lombok Timur (FaktaOne) - Jelang setahun kepemimpinannya, Plt Dirut PDAM, Sopyan Hakim, semakin menampakan dirinya mempunyai power yang kuat di Lombok Timur.



Sosok yang menjadi tim dari Bupati terpilih Haerul Warisin itu mulai menyentil stafnya yang memiliki keluarag sebagai pejabat. Hal inu berawal dari pesan siaran yang dikirim Sopyan kepada jajarannya.



Dalam pesan itu, pria lulusan sarjana keperawatan itu meminta agar temuan kelalaian bawahannya untuk segera diselesaikan.



"Ingat hal ini sudah saya pertimbangkan matang. Jika tidak diindahkan akan berurusan panjang," ancamnya.



Masih kata Sopyan, kebijakan yang ia keluarkan sudah ia pikirkan lahir batin. "Saya siap lahir batin terima resikonya dari pihak manapun. Hatta berhenti menjadi bagian dari PDAM," tegasnya.



Pihaknya merasa sudah memberikan waktu 12 hari sejak imbauan itu. Sehingga jika tidak diindahkan maka gaji dan tunjangan staf akan ditahan. Selain itu ia menantang bawahannya seolah menyentil pejabat lain.



"Gaji/tunjangan akan saya tahan bahkan pemecatan. Jika ada staf yang memiliki kedekatan atau keluarganya sebagai pejabat silahkan laporkan saya," tantangnya.



Sebagai informasi, dalam temuan PDAM di bawah pimpinan Sopyan Hakim, ia menemukan sejumlah masalah. Sehingga dirinya mengeluarkan sejumlah kebijakan.



Di antaranya, staf/bidang penagihan yang memiliki beban di pelanggan yang di setorkan ke personal, kemudian belum di setorkan ke kantor, silahkan di selesaikan/buat kuitansi Hutang. Jika tidak, maka akan dibebankan kepada kepala cabang/unit masing-masing dan sanksi keras bagi pelakunya.



Kedua, kasir yang punya beban 2 tahun terakhir sampai dgn hari ini, silahkan diselesaiakan/buat kwitansi hutang.



Ketiga, pembaca meter yang tidak memenuhi target yang sudah distandarkan oleh perusahaan. Maka sanksinya sudah tertuang dalam fakta integritas yang sudah ditandatangani bersama.



Menariknya, point berikutnya, Plt Dirut mengancam agar bawahannya menghindari curhat di media sosial.