Lombok Timur (FaktaOne) - Seolah tak ada habisnya, Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sarjana, terus mendapat kritik dari masyarakat Gumi Patuh Karya.



Belum lama ini, Pamen melati dua itu disebut kecolongan lantaran adanya Pungli dan permainan nakal anggotnya. Baik di tiap Satker sampai ke Polsek-Polsek.



Terbaru, eks Kapolres Lombok Barat yang berpengalaman di bidang Propam itu disebut arogan hingga menutup diri berkomunikasi dengan masyarakat.



Tuduhan itu dilontarkan oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri Gerakan Pemuda Anti Korupsi Lombok Timur.



Kelompok yang tergolong peduli terhadap kebijakan dan kinerja kepolisian itu berencana akan melakukan aksi pada Senin, 3 November 2025, lusa.



Surat permohonan aksi itu didapati Faktaone. Di mana, kelompok masyarakat itu akan membawa 50 massa. Namun, mereka menyebut aksi itu sebagai aksi damai.



"Sehubungan dengan beredarnya isu terkait pemotongan anggaran operasional di setiap Polsek sehingga berdampak pada kinerja pelayanan terhadap masyarakat. Maka kami meminta Kapolres Lombok Timur secara sukarela mengundurkan diri," tulis surat aksi yang diketuai M. Ikhwan Nawadi Fajar.



Selain itu, kinerja AKBP I Komang Sarjana selama ini juga disebut arogan dan tidak pernah mau berkomunikasi dengan masyarakat.



Tidak hanya sampai disitu, selain adanya dugaan pungli yang disebut terus terusan terjadi. Sejak kepemimpinan AKBP I Komang Sarjana, mereka menyebut banyak kasus yang dilaporkan masyarakat mandek.



Catatan Faktaone, sejumlah isu memang sering menerpa Sarjana. Temuan media ini, mulai dari perbuatan jajaran Polsek yang menarik upeti. Selanjutnya, adanya dugaan Pungli oleh anggota di Satuan Kerja (Satker).



Sementara di sisi lain, aduan dan dugaan tersebut tidak diketahui perkembangannya. Padahal sejatinya, Kapolres Lombok Timur itu disebut berpengalaman pada bidang Propam.