Lombok Timur (FaktaOne) - Plt Dirut PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, temukan adanya penyelewengan dana setoran pelanggan oleh bawahannya. Ia menyebut peristiwa itu dilakukan oleh 25 oknum anak buahnya.



Pernyataan itu disampaikan Sopyan mengutip pemberitaan di Hai Lotim. Bahkan total nilai setoran yang diduga dipakai untuk kebutuhan pribadi itu mencapai ratusan juta.



Tak hanya itu, Sopyan yang juga diketahui menjadi pemilik saham di salah satu hiburan malam di Labuhan Haji itu, menduga prkatek kotor itu terjadi di era rezim sebelumnya.



“Saya tidak tau apakah itu tradisi dari dulu sebelum saya di sini. Setoran itu diambil oleh bidang penagihan yang ada di setiap cabang, setoran yang berbentuk tunai yang dikumpulkan dari pelanggan itu menumpuk dan tidak disetorkan ke kantor,” jelasnya, mengutip Hai Lotim.



Orang dekat Bupati, Haji Iron sejak Pilkada itu juga menyebut hal itu dapat mencoreng nama PDAM dan menjadi pusat protes dari pelanggan. Sehingga dirinya sudah mengambil langkah tegas.



“Saya telah berikan imbauan, teguran, bersurat, fakta integritas mereka yang telah ditandatangani dengan risiko pemecatan. Dari semenjak imbauan terakhir kami keluarkan dan apabila tidak ditindaklanjuti, maka sanksinya adalah pemecatan dan harusnya saya laporkan ke polisi,” tegasnya.



Sofiyan menilai bahwa harusnya oknum tersebut dilaporkan ke ranah hukum karena sudah masuk dalam hal penyelewengan. Ia juga menemukan bahwa terdapat 25 oknum yang bermain dalam dana setoran pelanggan tersebut dan terancam pemecatan.



“Akumulasi dari ulah oknum-oknum tersebut dalam sebulan menyentuh ratusan juta. Kita data pemasukan dari pelanggan itu per bulan, misal tidak sesuai di kuitansi pelanggan dan pelaporan di kantor, maka terdeteksi pelakunya,” jelasnya.



Faktaone, beberapa kali mengupayakan konfirmasi kepada Sopyan Hakim, terkait hal itu. Namun pesan dan telepon tak juga dijawab. 



Tidak hanya itu, media ini juga menemukan adanya dugaan belum adanya SIPA (Surat Izin Pemanfaatan Air (SIPA). Akan tetapi upaya itu tak mendapat jawaban.



Plt Dirut PDAM Dapat Pesan Menohok Bawahan



Terkait hal tersebut, Dirut bergelar sarjana keperawatan itu justru mendapat pesan menohok anak buahnya. Salah seorang anak buah Sopyan, yang identitasnya enggan disebut, menyebut jika Plt Dirut sering membuat kebijakan 'semaumau gue'.



"Mau pasang meteran banyak tapi idle kapasitas tidak mencukupi. Ujung ujungnya konsumen malah jadi korban," ucapnya.



Sementara di sisi lain, ketika PDAM mendapat gelombang keluhan dari pelanggan. Plt Dirut sering kali menyalahkan bawahannya.



"Ada keluhan konsumen. Anak buah malah disakiti dan dizholimi," pungkasnya.