Lombok Timur (FaktaOne) - Dua program prioritas kampanye Haerul Warisin dan Edwin Hadiwijaya, tampaknya menjadi bola liar di era kepemimpinannya. Janji kampanye itu justru kini memunculka tanda tanya besar di masyarakat
Bagaimana tidak, belum usai kekacauan program sembako. Lantaran data penerima yang diduga diatur oleh tim sukses (timses). Kini, Iron dan Edwin kembali menggelontorkan uang daerah untuk program bantuan UMKM.
Pada dasarnya bantuan itu akan memberi dampak positif bagi masyarakat Lombok Timur. Namun nyatanya, persoalan data penerima kembali menjadi pertanyaan besar di masyarakat.
Meski sebelumnya, Bupati menegaskan jika bantuan itu dihajatkan untuk para pelaku UMKM. Di mana nantinya, bantuan modal tersebut untuk mengembangkan UMKM penerima.
"Saya kucurkan anggaran dengan hajat membantu para UMKM, bukan untuk yang tidak punya usaha. Saya tidak tau mana tim saya dan yang tidak, bahkan Kadis Koperasi yang dulu dan sekarang kan bukan tim saya kalau berpikir seperti itu,” kata Kader Partai Gerindra itu.
Namun, ucapan tersebut justru dianggap masyarakat hanya jadi pembelaan Bupati saja. Haji Iron bahkan dituduh pura-pura bodoh.
"Kami temukan data penerima banyak dari kalangan timses. Pada saat pendataan saja, justru para timses yang berkeliaran ke rumah masyarakat," ucap Suhemi dengan nada kesal.
Lebih parahnya lagi, dari data yang ia dapati, terdapat sejumlah nama penerima yang nyatanya tidak memiliki usaha. Bahkan sampai keluarga Kades dan para kader desa.
"Saya lihat malah ada nama anak Kades sampai nama kader desa. Mereka ada usaha dari mana? Katanya bantuan untuk UMKM," heran warga asli Kecamatan Labuam Haji itu
Dengan mekanisme pendataan sampai keluarnya data penerima itu, ia justru menuduh jika uang daerah memang hanya untuk pemilih Iron-Edwin saja.
"Yang bukan pemilih Iron-Edwin jangan harap. Bantuan itu sukasuka timses," tuduhnya.
Anggaran Puluhan Miliar Lombok Timur "Saweran" Iron-Edwin ke Pemilih?
Temuan Faktaone, mulai dari bantuan sembako saja. Sejumlah penerima banyak ditentukan oleh para tim Iron-Edwin. Baik dari Kordes hingga Korcam. Sehingga banyak Kepala Desa heran dengan data yang ia terima.
Kini muncul bantuan untuk UMKM, di mana faktanya, untuk Kecamatan Labuan Haji saja, banyak penerima tak juga memeiliki usaha.
Lantas anggaran puluhan miliar itu justru menjadi bola liar. Bahkan sejumlah tanda tanya menyeruak di tengah masyarakat. Benarkah uang puluhan miliar itu "saweran" bagi pemilih Iron-Edwin?

Social Footer